Minggu, 29 Juli 2012

KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS SMPN 2 AIR HITAM PERIODE 2011/2012

GAMAR DIYANTO    SAMSUDIN NUR


Sabtu, 28 Juli 2012

APAKAH OSIS ITU?

Telah kita ketahui bersama, bahwa kegiatan ekstrakurikuler biasanya dikaitkan dengan kegiatan OSIS. Artinya, meskipun gagasan awal kegiatan tersebut datang dari para pembina, namun pelaksanaanya dilakukan oleh OSIS. Mengingat hal tersebut perlu adanya pembinaan bidang kesiswaan.

A. Maksud dan tujuan
1.   Maksud pembinaan kesiswaan adalah mengusahakan agar para siswa dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional berdasarkan Pancasila.
2.   Tujuan pembinaan kesiswaan adalah meningkatkan peranserta dan inisiatif para siswa untuk menjaga dan membina sekolah sebagai Wiyatamandala sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan dengan kebudayaan nasional; menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar lingkungan sekolah; memantapkan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dalam menunjang pencapaian kurikulum; meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni; menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara; meneruskan dan mengembangkan jiwa, semangat serta nilai-nilai 45; serta meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi.
B.  Sasaran
Sasaran pembinaan kesiswaan adalah seluruh siswa pada setiap jenis, dan jenjang sekolah/ kursus di lingkungan pembinaan Direktorat  Jenderal Pendidikan  Dasar dan Menengah.
C.  Materi dan Jalur Pembinaan Kesiswaan
1.   Materi pembinaan kesiswaan meliputi:
a. Pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
b.Pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila;
c. Pembinaan keperibadian dan budipekerti luhur;
d.      Pembinaan berorganisasi, pendidikan politik, dan kepemimpinan;
e. Pembinaan keterampilan dan kewiraswastaan;
f. Pembinaan kesegaran jasmani dan daya kreasi; dan
g.Pembinaan persepsi, apresiasi, dan kreasi seni.
2.   Jalur pembinaan kesiswaan adalah:
a.       Organisasi kesiswaan;
b.      Latihan kepemimpinan;
c.       Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah; dan
d.      Kegiatan pemantapan wawasan Wiyatamandala
D. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
Setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah disingkat OSIS. OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah, di lingkungan pembinaanDirektorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (SD, SMP, SMA, dan kursus-kursus), dan tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah atau di kursus yang lain.Setiap siswa di sekolah menengah secara otomatis menjadi anggota OSIS di sekolahnya.
1.   Tujuan OSIS
OSIS merupakan satu-satunya wadah untuk menampung dan menyalurkan kreativitas baik melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler dalam menunjang tercapainya keberhasilan kegiata kurikuler bertujuan meningkatkan peran serta inisiatif  siswa untuk:
a.  Mempertebal ketaqwaan tehadap Tuhan Yang Maha Esa;
b.  Menjaga dan menciptakan sekolah sebagai Wiyatamandala (lingkungan pendidikan)agar terhindar dari usaha dan pengaruh yang bertentangan dengan tujuan pendidkan nasional sehingga terciptanya suasana kehidupan belajar mengajar yang efektif dan efisien, serta tertanamnya rasa hormat dan cinta terhadap orang tua, guru, dan almamater dikalangan siswa.
c.   Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa, agar menjujung tinggi kebudayaan nasional dan mampu menjaring pengaruh kebudayaan yang datang dari luar yang bertentangan dengan kepribadian Indonesia.
d.  Meningkatkan persepsi, apresiasi, dan kreasi seni dalam rangka tercapainya keselarasan, dan keseimbangan antara kehidupan lahiriah dan kepuasan batiniah serta menumbuhkan rasa indah dan halus sebagai dasar pembentukan kepribadian dan budi pekerti luhur.
e.  Menumbuhkan dan membina sikap berbangsa dan bernegara.
f.   Meneruskan dan mengembangkan semangat, serta nilai-nilai 45; dan
g.   Meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi guna tercapainya keseimbangan antara pertumbuhan jasmani dan rohani.
2.  Pembinaan OSIS
Pembinaan OSIS dilakukan oleh kepala sekolah dan dibantu oleh guru-guru pembina OSIS yang ditunjuk kepala sekolah. Semua kegiata OSIS dilakukan sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga OSIS yang telah disahkan dan tidak bertentangan dengan tatatertib sekolah.
3.   Struktur OSIS
Organisasi ini bersifat intra sekolah dan menjadi satu-satunya wadah yang menampung dan menyalurkan kreativitas baik melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler yang menunjang kurikulum, tidak menjadi bagian dari organisasi lain di luar sekolah mempunyai struktur organisasi
4.   Syarat Pengurus OSIS
a.       memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua, guru, dan teman-teman siswa.
b.      memiliki bakat sebagai pemimpin siswa.
c.       memiliki kemauan dan inisiatif yang tinggi, kemampuan, dan pengetahuan memadai, sehingga pelajaranya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS; dan
d.      dicalonkan oleh perwakilan kelas.
5. Perincian Tugas Perangkat Organisasi
a. Pembina bertugas/ berfungsi;
1.      Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolah yang dipimpinya;
2.      Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan surat keputusan kepala sekolah yang bersangkutan;
3.      Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan surat keputusan kepala sekolah yang bersangkutan;
4.      Mengesahkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Program Kerja OSIS.
5.      Menghadiri setiap rapat-rapat OSIS; dan
6.      Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS
             b. Perwakilan Kelas:
                1. Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas
                2. Mengajukan usulan untuk dijadikan Program Kerja OSIS
                3. Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat kelas
                4. Memilih pengurus OSIS dari daftar calon yang telah disiapkan.
                5. Menilai laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir masa jabatanya; dan
                6. Mempertanggungjawabkan segala tugasnya kepada Pembina.
             c. Pengurus OSIS bertugas :
                1. Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga OSIS; dan dari perwakilan kelas;
                2. Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan dan martabat sekolah tempat mereka belajar; dan
                3. Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Kepada rapat perwakilan kelas pada akhir masa jabatanya.
                Perincian tugas masing-masing pengurus OSIS :
1.  Ketua bertanggungjawab sepenuhnya terhadap jalanya organisasi yang dipimpinnya.
2.  Seorang wakil ketua mewakili ketua apabila berhalangan dan mengkoordinasikan kegiatan.
3.  Seorang wakil ketua mewakili ketua apabila berhalangan dan mengkoordinasikan :
4.  Sekretaris bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi organisasi
5.  Sekretaris I membantu tugas-tugas sekretaris dan tugas-tugas seorang wakil ketua I
6.  Sekretaris II membantu tugas-tugas sekretaris dan tugas-tugas seorang wakil ketua II
7.  Bendahara bertanggungjawab terhadap pengelolaan keuangan organisasi
9   Para Sekretaris bidang bertugas melaksanakan program kerja dibidangnya masing-masing
        6. Rapat-rapat
             a. Rapat pleno
                1. Rapat pleno perwakilan kelas adalah rapat seluruh anggota perwakilan kelas
                2. Rapat pleno pengurus adalah rapat seluruh anggota pengurus
                    b. Rapat pengurus harian OSIS adalah rapat seluruh pengurus harian OSIS yang terdiri dari ketua dengan para wakil ketua, sekretaris dengan para wakil sekretaris, dan bendahara dengan wakil bendahara.
              c. Rapat koordinasi adalah rapat yang dipimpin oleh wakil ketua dengan sekretaris atau bendaharawan dan bibang-bidang yang dikoordinirnya.
              d. Rapat bidang adalah rapat yang dipimpin oleh sekretaris-sekretaris bidang
         e.       Rapat luarbiasa dapat diadakan dalam keadaan yang mendesak atau usul pengurus OSIS atau perwakilan kelas, setelah terlebih dahulu dikonsultasikan dan disetujui oleh pembina OSIS.

MENGENAL LINGKUNGAN SEKITAR




Salah satu program OSIS SMP Negeri 2 Air Hitam Adalah Studi Wisata alam. Dalam rangka menyambut Tahun Pelajaran 2012/2013, OSIS SMP Negeri 2 Air Hitam melaksanakan MOS(Masa Orientasi Siswa). Kegiatan MOS ang dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 10-12 Juli 2012 diakhiri dengan kegiatan Out Bond. Siswa-siswi menempuh perjalanan bersama dewan guru dengan berjalan kaki menelusuri perkebunan kopi dan sayuran dikelilingi panorama Bukit Barisan Selatan yang eksotik memberikan nuansa penuh semangat. Perjalanan berakhir di Curup(Air Terjun) Air Abang yang terletak kurang lebih 10KM dari Kecamatan Way Tenong. Tempat ini kami pilih, karena selain dekat, suasana alami yang disajikan masih begitu lekat di tempat ini.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menggugah wawasan siswa untuk lebih mencintai alam sekitar serta media pengenalan terhadap kekayaan alam di lingkungan mereka. Ada beberapa tempat di Lampung Barat yang pernah dikunjungi siswa-siswi SMP Negeri 2 Air Hitam, diantaranya Danau Ranau, Pantai Krui, Bendungan PLTA Way Besai, Masjid Agung Bintang Mas di Liwa,Sasteng, Situs Meghaliticum Batu Brak di Way Tebu serta Mata Air Panas di Pekon Sukaraja.
Menurut Pembina OSIS SMP Negeri 2 Air Hitam,Hendra Himawan, S.Pd. masih banyak tempat-tempat yang potensial belum dapat dikunjungi. "Setidaknya 2-3 kali dalam 1 tahun kami Melaksanakan studi wisata. Jauh atau dekat jarak tempat yang akan kami kunjungi dari sekolah kami, kami sesuaikan dengan kesepakatan dalam rapat OSIS". Siswa-siswi sebagai generasi penerus memiliki tanggung jawab yang besar mengenai pelestarian serta pengembangan sumber daya alam khususnya di Lampung Barat dimasa mendatang. Oleh karena itu pengenalan sejak dini diharapkan dapat membuka wacana pelestarian alam sebagai acuan tindakan bagi generasi penerus.
OSIS SMP Negeri 2 Air Hitam yang masih seumur jagung akan terus mengembangkan kreatifitasnya, sehingga benar-benar dapat memberikan bekal kepada para siswa dalam menyongsong kehidupan yang mandiri serta mampu mempersiapkan diri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara."Kami bercita-cita agar SMP ini dimasa mendatang dapat menjadi SMP Bisnis yang dapat mempersiapkan siswa dalam kancah persaingan global" tutur Hendra Himawan, S.Pd.. Semoga cita-cita yang mulia ini mendapat dukungan semua pihak, khususnya dari para pemangku kepentingan SMP Negeri 2 Air Hitam.

Jumat, 27 Juli 2012

AKHIR PERIODE 2011/2012

photo by hendra himawan

Ciri-ciri Fisik Anak Indigo, Adakah Pada Anak Anda?
oleh: Anwariansyah
Kanal:
Opini
Beberapa tulisan dan buku yang membahas mengenai anak Indigo hanya mengemukakan ciri-ciri perilaku dan kejiwaannya saja, dan tidak ada yang secara spesifik menjelaskan ciri-ciri fisiknya. Apakah ciri-ciri fisik anak Indigo itu, yang membedakannya dengan anak-anak pada umumnya, memang ada?
Berbicara mengenai jiwa dan gambaran perubahannya yang muncul pada fisik, pasti sudah banyak orang yang tahu. Bagaimana emosi, seperti marah, sedih, dan gembira akan tergambar pada perubahan raut wajah, atau gerakan bahasa tubuh lainnya.
Emosi yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama bisa membuat suatu perubahan yang menetap pada roman muka dan tampilan fisik lainnya. Orang yang berkarakter jahat, sebagai contoh, seperti narapidana kambuhan, preman atau orang yang dalam kehidupannya sehari-hari selalu bergelut dengan dunia kejahatan, akan tergambarkan pada wajahnya dengan jelas. Begitu juga dengan orang yang berkarakter baik, seperti orang yang penolong, dermawan, baik hati, wajahnya akan tampak menyenangkan, teduh dan memberikan ketenangan apabila dipandang.
Pemahaman itulah yang digunakan dalam pembuatan karakter tokoh film atau animasi kartun, di mana seorang penjahat divisualisasikan dengan muka yang bengis, sorot mata kejam, jarang tersenyum, sedangkan seorang pemuka agama bermuka bersih bercahaya, seorang penegak hukum dengan wajah tegas, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri fisik sejak lahir, anak-anak hingga dewasa
Anak Indigo terlahir dengan jiwa yang tua, atau tingkat kedewasaan dini pada usia sangat muda atau anak-anak. Sebagian anak Indigo bahkan memperlihatkan pertumbuhan jiwa yang luar biasa sejak usia bayi, seperti kemampuan berpikir analitik dalam memahami fungsi benda-benda, menilai karakter orang dewasa, mengungkapkan maksud hatinya kepada orang di sekitarnya, dan lain sebagainya. Pengaruh perkembangan jiwa yang terlalu cepat itu juga tampak pada pertumbuhan fisik seperti gigi yang muncul lebih cepat, dan kemampuan motorik seperti berjalan dan berbicara yang lebih dulu dari bayi pada umumnya.
Karena kemampuan anak Indigo terletak pada kekuatan jiwanya, maka bentuk fisik secara spesifik banyak terdapat di bagian kepalanya. Ciri yang khas adalah bentuk kepala yang sedikit agak lebih besar dari bayi atau anak-anak pada umumnya, terutama pada bagian lingkar kepala, dan dahi serta kening yang lebih lebar. Volome otak anak Indigo biasanya lebih besar disebabkan penggunaannya relatif lebih sering sejak usia dini tadi. Mereka berpikir dan menganalisa setiap apa yang dilihat, didengar atau dirasakannya.
Pelebaran pada lingkar kepala menunjukkan penggunaan kemampuan telepati, pada kening adalah analitik, sedangkan dahi adalah visualisasi dan imajinasi citra-citra supranatural.
Bentuk daun telinga pun mempunyai bentuk yang sedikit lebih keluar dari kepala, memanjang pada bagian ujung atas, dan agak menekuk ke atas pada bagian cuping bawah. Lebih kuatnya “insting reptil” merupakan sebab kemunculan ciri binatang yang tergambar pada bentuk daun telinga ini.
Begitu juga dengan mata, terutama tatapan mata yang sangat tajam dan dalam, dengan bagian pupil atau orang-orangan mata yang lebih besar, sehingga tampak hanya tersisa sedikit ruang untuk warna putih mata. Pandangan mata anak Indigo bertolak belakang dengan pandangan mata anak autis. Kalau anak autis tidak bisa menatap mata orang lain, atau tidak bisa berkonsentrasi pada satu titik dalam waktu yang lama, sedangkan anak Indigo sebaliknya, mereka dengan berani menatap – sambil menganalisa karakter – orang dewasa di depan mereka, dan tingkat konsentrasinya terhadap sesuatu sangat tinggi untuk ukuran mereka. Sedangkan orang-orangan mata yang lebih besar menunjukkan kemampuan melihat makhluk gaib dan hal-hal yang tersembunyi lainnya dari dimensi-dimensi lain. Selain itu ada sebagian anak Indigo yang terlahir dengan mata agak sedikit jereng, baik ke tengah – ke arah hidung – atau ke luar.
Susunan gigi-geligi mereka biasanya terlihat rapi dan bagus, dan terasa sangat tajam apabila anda merasakan gigitannya. Pada usia bayi ketika mulai tumbuh satu dua gigi, mereka cenderung melakukan kegiatan gigit-menggigit yang lebih sering dan intensif.
Ada semacam tanda aneh yang mungkin ditemukan pada saat kelahirannya – dan mungkin terbawa sampai usia beberapa tahun. Tanda itu terdapat di dahi, di antara kedua mata, sedikit agak di atasnya. Tanda yang pada sebagian anak Indigo terlihat cukup jelas seperti bekas pukulan yang membekas dalam dengan warna agak gelap samar. Tanda ini seperti “mata ketiga” yang menampakkan dirinya secara fisik.
Demikianlah sedikit pengetahuan saya tentang ciri-ciri fisik anak Indigo, yang mungkin bisa membantu para orang tua dalam mengenali keindigoan pada anak-anak mereka, terutama sejak usia bayi (balita) hingga usia anak-anak. Ciri-ciri tersebut di atas bisa saja akan bertahan hingga usia dewasa, namun biasanya akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai perubahan perilaku dan emosi jiwa. Namun secara umum, ukuran kepala yang lebih besar, bentuk daun telinga, dahi dan kening yang lebar, dan tatapan mata akan bertahan hingga usia dewasa.

Jumat, 08 Juni 2012

OSIS SMP NEGERI 2 AIR HITAM